Monday, April 21, 2014

info terkini: Ada Kreasi Busana dari Bungkus Kopi di Hari Kartini di Lapas Bulu

8:46 PM





HERU SRI KUMORO Ilustrasi: Buruh dari Gabungan Serikat Buruh Independen memeringati Hari Kartini dengan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/4/2013). Berbagai tuntutan mereka serukan antara lain penolakan diskriminasi, menolak rencana kenaikan bahan bakar minyak, naikkan upah buruh, penghapusan sistim kerja kontrak, dan penurunan harga kebutuhan pokok. Aksi ini juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei. KOMPAS/HERU SRI KUMORO

SEMARANG, KOMPAS.com - Ada adu kreasi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bulu Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/4/2014). Betul, ajang itu digelar terkait peringatan Hari Kartini. Kreasi yang diadu dari kreativitas merangkai bunga hingga peragaan busana menggunakan bahan daur ulang."Yang paling susah itu membuat bawahan berupa sisik dan rumbai-rumbai," kata salah satu warga binaan yang ikut lomba, Metha Baltha, Senin. Dia mengatakan para warga binaan sampai begadang demi mengikuti perlombaan ini.Pengumpulan bahan bekas untuk melengkapi perhiasan bagi busana rancangan itu pun menjadi tantangan tersendiri. Selain berkaitan dengan Hari Kartini, perlombaan juga terkait dengan peringatan Hari Pemasyarakatan ke-50.Metha mengaku sangat antusias mengikuti perlombaan. Teman satu timnya adalah mereka yang tinggal dalam satu sel. "Kami siapkan kurang lebih satu minggu. Kami usung tema princess white. Karena bahan dasar utama busana kami bungkus white coffe," tambahnya. Selain Metha, para warga binaan lain juga mengkreasikan pilihan dengan mengenakan busana berbahan dasar limbah daur ulang, sepatu hak tinggi, dan tatanan rambut bak model wanita. Para warga binaan juga tak terlihat canggung berjalan berlenggak-lenggok di atas catwalk berwarna hijau. Namun, rancangan kreasi Metha dan teman satu selnya yang akhirnya menjadi pemenang.Staf Bagian Humas Lapas Wanita Bulu, Susilowati, mengatakan lomba sengara dibuat untuk mengasah kreativitas warga binaan. Untuk tampil cantik, ujar dia, para warga binaan tak harus mengeluarkan biaya mahal. "Meski menggunakan plastik bungkus kopi, rinso, mereka terlihat feminim," kata Susilowati, Senin. Lomba fashion show diikuti oleh 23 peserta warga binaan. Adapun lomba merangkai bunga dikuti 15 peserta. Selain dua lomba tersebut, digelar juga lomba majalah dinding, kebersihan kamar, serta voli pantai menggunakan daster. "Untuk pemenang, kami sediakan voucher uang yang bisa dibelanjakan di kantin," kata Susilowati.

Original Post by: http://ift.tt/1ia5tj2

0 comments:

Post a Comment

 

© 2013 Berita Nusantara. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top